Selasa, 6 Mac 2012

BERILAH KEMAAFAN ITU



Berilah kemaafan itu
Lepaskan segala belenggu
Tanpa berpaling lagi
Pada dendam dan amarah diri

Berilah senyuman itu
Ikatkan dengan doa yang suci
Pada salam yang terhulur
Pasti jiwamu kan terhibur

Berilah hati itu
Bebaskan segala yang terbuku
Tanpa diguris duka
Pastikan dia bahagia

Berilah apa yang dipinta
Dengan apa yang kau ada
Pasti Tuhan menilainya
Diberi kelapangan jiwa!



Sabtu, 3 Mac 2012

TETAPLAH DI SISI KU





Ya Allah…
Dimanakah ku harus berlabuh…
Saat semua dermaga menutup pintu,
Dan berkata “ ini bukan untukmu…”
“Segara menjauh karna disini bukan tempatmu….!!!”

Ya Allah…
Katakan padaku, dermaga untukku berlabuh…???
Agar ku segera menghela nafas kehidupan yang baru.
Sampai kapan ku harus arungi waktu,..
Ku lelah Menunggu suatu yang tak pasti walau hanya Satu,..

Ya Allah …
Beri aku penerang jalan-Mu
Agar tak tersesat saat ku melaju,..
Kuatkan awak kapalku,
Saat badai menghalangi jalanku

Ya Allah …
Tetaplah disisiku,
Jangan Engkau menjauh dariku…
Karna ku mati tanpa hadir-Mu

Jika kamu memiliki puisi cinta islami yang lain silahkan berbagi, karena dengan berbagi kita akan mendapatkan pahala. Silahkan isi komentar untuk menuliskan puisi islami buatanmu sendiri. Dan biarkan seisi dunia mengetahui keindahan tentang cinta.

Rabu, 29 Februari 2012


                                                         



"Membela yang lemah dan membantu yang miskin" jawab Nabi.

Ya Rasulullah, apa yang harus dilakukan ulama ?
Memberi contoh yang baik dan mendukung pemimpin
YAng membela orang - arang lemah" jawabnya

Ya Rasulullah ... apa yang harus dilakukan orang-orang lemah dan miskin ?
"Bersabarlah, dan tetplah bersabar
Jangan kau lihat pemimpinmu yang suka harta
Jangan kau ikuti ulamamu yang mendekati mereka
Jangan kau temani orang-orang yang menjilat mereka
Jangan kau lepaskan pandanganmu dari para pemimpin dan ulama yang hidupnya juhud dari harta"

Ya RAsulullah... Pemimpin seperti itu sudah tidak ada
Ulama seperti itu sudah menghilang entah kemana
Yang tersisa adalah pemimpin serakah
Yang tertinggal adalah ulama-ulama yang tama'
Banyak rakyat yang mengikuti keserakahan mereka
Ummat banyak yang meneladani ketamakan mereka !
Apa yang harus aku lakukan, Ya... RAsulullah !
Siapa yang harus aku angkat jadi pemimpin ?
Siapa yang harus aku ikuti fatwa-fatwanya ?
Siapa yang harus aku jadikan teman setia ?

"Wahai ummatku...
Tinggalkan mereka semua
Dunia tidak akan bertambah baik sebab mereka
Bertemanlah dengan anak dan istrimu saja
Karena Allah menganjurkan, "Wa 'asiruhunna bil ma'ruf"
Ikutilah fatwa hatimu
Karena hadits mengatakan, "Istafti qalbaka, wa in aftaukan nas waftauka waftauka"
Dan angkatlah dirimu menjadi pemimpin
Bukankah,
 "Kullulkum Ra'in, ea kullukum masulun 'an ra'iyyatihi ?"

Selasa, 28 Februari 2012


Bila rindu kembali menjengah,
Menyusup datang melalui sekeping gambar,
Begitu terasa bibirku bergetar,
Begitu terasa kakiku makin longlai.


Ku lihat pada jari-jemariku,
Menggigil dalam bahang tengah hari,
Ku sentuh pada bibirku,
kering mengelupas,
Ku letakkan tangan pada dadaku,
Degupannya menjadi deras.


Ku lihat wajahku dalam refleksi,
Warnanya pucat membiru,
Tiada kilauan dalam mata,
Tiada cahaya pada wajah.
Hanya kelesuan jelas kelihatan.


Yang lain menggelar rasa ini ‘cinta’,
Lalu mereka hairan aku menolak ‘cinta’,
Tapi aku pasti ianya adalah ‘petaka’ ,
kerana rindu ini rindu yang memusnahkan,
Rindu ini rindu yang mencemarkan,
Kerana rindu ini rindu yang tidak halal untukku,
Kerana rindu ini boleh mengundang dosa.


Dahulu,
Jika rindu yang sama bertandang,
Akulah insan paling bahagia.


Kini,
Jika  rindu yang sama bertamu,
Akulah insan paling sengsara.


Aku tak mahukan rasa ini,
Aku tak mahukan rindu ini.


Rindu ini yang dahulu telah melalaikanku dari mengingati-Mu,
Rindu ini yang dahulu menghalangku dari kemanisan beribadat kepada-Mu,
Rindu ini yang dahulu membutakan mataku  dari melihat jalan-Mu,
Rindu ini yang dahulu membinasakan cinta suci hamba-Mu.


Rabbi,
Jangan kau benarkan rindu ini menggigitku,
kerna aku takut dihinggapi virus cinta buta.


Rabbi,
Jangan kau biarkan rindu ini menghantuiku,
kerna aku takut pada bayangannya,
Kerna ku tahu jatuh cinta itu,
Hanya bisa pada Tuhan,
Kerna ku tahu nafsu ini,
Sering membawa ke arah kejahatan,
Yang datang dari godaan syaitan.


Rabbi,
Ku mohon,
Jauhkanlah aku dari ‘petaka’ rindu ini,
Hadirkanlah aku pada cinta-Mu,
Cinta yang kekal dan abadi.

Isnin, 27 Februari 2012


Ya Allah,
Jadikanlah aku seorang yang sentiasa serba sederhana,
Pulihkanlah hati ku ini jika 
Aku dilanda api kemarahan,

Aku adalah serang hamba mu
Yang sentiasa khilaf,,
Yang sentiasa sirna dengan keduniaan,
Yang sering terleka dengan warna-warni dunia,

Ya Allah,
Aku bermohon di bawah rahmat-Mu,
jadikanlah aku seperti isteri-isteri para nabi,,
Yang penuh sifat TAWADHU'NYA,

Ya Allah,,
Apakah aku masih di dalam kelompok munafik,
Subhanallah,,
Aku tak ingin di dalam kelompok itu,
Keluarkanlah aku dan hindarkanlah
Aku daripada mereka Ya Allah..

Di penghujung doa ku ini Ya Allah,
Perkenankanlah hajat hamba mu ini,,
Aku ingin kembali keangkuanMu
Ya Allah Ya Rabbi..



KU MOHON KEREDHAAN MU YA ALLAH

Rasulullah SAW sendiri telah memberi galakan untuk kita mencipta dan memulakan kebaikan berdasarkan sabdanya (Riwayat Imam Muslim):

مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ

Bermaksud: “Barang siapa yang memulakan dalam Islam satu amalan yang baik lalu perkara itu diikuti (oleh orang lain) sesudahnya, maka dituliskan (ganjaran pahala) untuknya sama seperti ganjaran pahala orang yang melakukannya tanpa dikurangkan pahala mereka sedikitpun....”

HATI WANITA


                                                     







                                                     بسم الله الرحمن الرحيم 

 Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang

Hati wanita,
Hatinya begitu lembut,
Namun agak sukar untuk disentuh,
Bila sudah disentuh jangan sesekali melukainya.


Hati wanita,
Bila sudah ditawan dia bagai layang-layang yang memerlukan tali,
Semakin kuat tali semakin kuat kebahgiannya,
Ketenangan hatinya akan kekal selagi mana tali itu tidak dikasari oleh orang lain.


Hati wanita,
Lembutnya bagaikan kapas dan embunan salju di Turkey,
Sekali digapai dia akan tetap dalam genggaman,
Apabila dilepaskan ia akan cair dan mengalir ke tanah,
Namun dia tetap akan mengingati siapa yang menggenggamnya pada awal penurunannya.


Hati wanita,
Kelembutannya itu tersirat pada batinnya,
Luarannya terkadang seperti kerasnya batu di Bukit Fraser,
Bila tiba waktu kekerasannya menonjol, biarkan lah dia untuk seketika,
Kerana kelembutannya akan terserlah selepas matahari senja terbenam.


Hati wanita,
Cemburumu membuktikan kasih sayangmu tidak terperi,
Kasih sayang terpancar dengan segala ragam kemarahanmu,
Cemburumu itu kadang-kadang tidak difahami oleh mereka yang bergelar lelaki,
Namun jauh di sudut hati mereka, sangat menyayangimu.


Hati wanita,
Ku mohon kemaafan pada hati yang telah terluka,
Bukan niatku untuk melakukannya,
Namun terkadang aku terleka dengan ujian dunia,
Menjadikan aku alpa pada PENCIPTA.
                                                                        
Hati wanita,
Biarpun hatimu itu telah terluka,
Kesalahanku tidak mendapat kemaafan,
Kau biarkan diri ini menanggung derita,
Hidup dalam rasa bersalah menjadikan diriku tidak keruan,
Namun percayalah tidak pernah terlintas untuk menyakitinya.


Hati wanita,
Bila disentuh ia akan bergoncang,
Bergoncang seperti mana gempa bumi di Medan,
Jangan dikotori kesuciannya,
Lupakan kisah lama,
Semailah ia dengan roh KEIMANAN,
agar segala luka dan lara dapat diubati sebaiknya.