Kasih ku milik Allah SWT....Ia akan jadi milik mu jika engkau menikahi ku,,,,Tiada yang kekal di dunia ini.....Berusahalah menyintai Allah sepenuh hati mu jika engkau mahukan diri ku....
Rabu, 29 Februari 2012
Selasa, 28 Februari 2012
Bila rindu kembali menjengah,
Menyusup datang melalui sekeping gambar,
Begitu terasa bibirku bergetar,
Begitu terasa kakiku makin longlai.
Ku lihat pada jari-jemariku,
Menggigil dalam bahang tengah hari,
Ku sentuh pada bibirku,
kering mengelupas,
Ku letakkan tangan pada dadaku,
Degupannya menjadi deras.
Ku lihat wajahku dalam refleksi,
Warnanya pucat membiru,
Tiada kilauan dalam mata,
Tiada cahaya pada wajah.
Hanya kelesuan jelas kelihatan.
Yang lain menggelar rasa ini ‘cinta’,
Lalu mereka hairan aku menolak ‘cinta’,
Tapi aku pasti ianya adalah ‘petaka’ ,
kerana rindu ini rindu yang memusnahkan,
Rindu ini rindu yang mencemarkan,
Kerana rindu ini rindu yang tidak halal untukku,
Kerana rindu ini boleh mengundang dosa.
Dahulu,
Jika rindu yang sama bertandang,
Akulah insan paling bahagia.
Kini,
Jika rindu yang sama bertamu,
Akulah insan paling sengsara.
Aku tak mahukan rasa ini,
Aku tak mahukan rindu ini.
Rindu ini yang dahulu telah melalaikanku dari mengingati-Mu,
Rindu ini yang dahulu menghalangku dari kemanisan beribadat kepada-Mu,
Rindu ini yang dahulu membutakan mataku dari melihat jalan-Mu,
Rindu ini yang dahulu membinasakan cinta suci hamba-Mu.
Rabbi,
Jangan kau benarkan rindu ini menggigitku,
kerna aku takut dihinggapi virus cinta buta.
Rabbi,
Jangan kau biarkan rindu ini menghantuiku,
kerna aku takut pada bayangannya,
Kerna ku tahu jatuh cinta itu,
Hanya bisa pada Tuhan,
Kerna ku tahu nafsu ini,
Sering membawa ke arah kejahatan,
Yang datang dari godaan syaitan.
Rabbi,
Ku mohon,
Jauhkanlah aku dari ‘petaka’ rindu ini,
Hadirkanlah aku pada cinta-Mu,
Cinta yang kekal dan abadi.
Isnin, 27 Februari 2012
Ya Allah,
Jadikanlah aku seorang yang sentiasa serba sederhana,
Pulihkanlah hati ku ini jika
Aku dilanda api kemarahan,
Aku adalah serang hamba mu
Yang sentiasa khilaf,,
Yang sentiasa sirna dengan keduniaan,
Yang sering terleka dengan warna-warni dunia,
Ya Allah,
Aku bermohon di bawah rahmat-Mu,
jadikanlah aku seperti isteri-isteri para nabi,,
Yang penuh sifat TAWADHU'NYA,
Ya Allah,,
Apakah aku masih di dalam kelompok munafik,
Subhanallah,,
Aku tak ingin di dalam kelompok itu,
Keluarkanlah aku dan hindarkanlah
Aku daripada mereka Ya Allah..
Di penghujung doa ku ini Ya Allah,
Perkenankanlah hajat hamba mu ini,,
Aku ingin kembali keangkuanMu
Ya Allah Ya Rabbi..
KU MOHON KEREDHAAN MU YA ALLAH
Rasulullah SAW sendiri telah memberi galakan untuk kita mencipta dan memulakan kebaikan berdasarkan sabdanya (Riwayat Imam Muslim):
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
Bermaksud: “Barang siapa yang memulakan dalam Islam satu amalan yang baik lalu perkara itu diikuti (oleh orang lain) sesudahnya, maka dituliskan (ganjaran pahala) untuknya sama seperti ganjaran pahala orang yang melakukannya tanpa dikurangkan pahala mereka sedikitpun....”
مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ وَمَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً سَيِّئَةً فَعُمِلَ بِهَا بَعْدَهُ كُتِبَ عَلَيْهِ مِثْلُ وِزْرِ مَنْ عَمِلَ بِهَا وَلَا يَنْقُصُ مِنْ أَوْزَارِهِمْ شَيْءٌ
Bermaksud: “Barang siapa yang memulakan dalam Islam satu amalan yang baik lalu perkara itu diikuti (oleh orang lain) sesudahnya, maka dituliskan (ganjaran pahala) untuknya sama seperti ganjaran pahala orang yang melakukannya tanpa dikurangkan pahala mereka sedikitpun....”
HATI WANITA
بسم الله الرحمن الرحيم
Dengan nama Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang
Hati wanita,
Hatinya begitu lembut,
Namun agak sukar untuk disentuh,
Bila sudah disentuh jangan sesekali melukainya.
Hati wanita,
Bila sudah ditawan dia bagai layang-layang yang memerlukan tali,
Semakin kuat tali semakin kuat kebahgiannya,
Ketenangan hatinya akan kekal selagi mana tali itu tidak dikasari oleh orang lain.
Hati wanita,
Lembutnya bagaikan kapas dan embunan salju di Turkey,
Sekali digapai dia akan tetap dalam genggaman,
Apabila dilepaskan ia akan cair dan mengalir ke tanah,
Namun dia tetap akan mengingati siapa yang menggenggamnya pada awal penurunannya.
Hati wanita,
Kelembutannya itu tersirat pada batinnya,
Luarannya terkadang seperti kerasnya batu di Bukit Fraser,
Bila tiba waktu kekerasannya menonjol, biarkan lah dia untuk seketika,
Kerana kelembutannya akan terserlah selepas matahari senja terbenam.
Hati wanita,
Cemburumu membuktikan kasih sayangmu tidak terperi,
Kasih sayang terpancar dengan segala ragam kemarahanmu,
Cemburumu itu kadang-kadang tidak difahami oleh mereka yang bergelar lelaki,
Namun jauh di sudut hati mereka, sangat menyayangimu.
Hati wanita,
Ku mohon kemaafan pada hati yang telah terluka,
Bukan niatku untuk melakukannya,
Namun terkadang aku terleka dengan ujian dunia,
Menjadikan aku alpa pada PENCIPTA.
Hati wanita,
Biarpun hatimu itu telah terluka,
Kesalahanku tidak mendapat kemaafan,
Kau biarkan diri ini menanggung derita,
Hidup dalam rasa bersalah menjadikan diriku tidak keruan,
Namun percayalah tidak pernah terlintas untuk menyakitinya.
Hati wanita,
Bila disentuh ia akan bergoncang,
Bergoncang seperti mana gempa bumi di Medan,
Jangan dikotori kesuciannya,
Lupakan kisah lama,
Semailah ia dengan roh KEIMANAN,
agar segala luka dan lara dapat diubati sebaiknya.
Ahad, 26 Februari 2012
AKU INGI JADI BIDADARI MU
Aku tidak ingin dipandang cantik oleh lelaki. Biarlah aku hanya cantik di matamu. Apa gunanya aku menjadi perhatian lelaki andai murka Allah ada di situ.
Apalah gunanya aku menjadi idaman banyak lelaki sedangkan aku hanya bisa menjadi milikmu seorang.
Aku tidak merasa bangga menjadi rebutan lelaki bahkan aku merasa terhina diperlakukan sebegitu seolah-olah aku ini barang yang bisa dimiliki sesuka hati.
Aku juga tidak mau menjadi penyebab kejatuhan seorang lelaki yang dikecewakan lantaran terlalu mengharapkan sesuatu yang tidak dapat aku berikan.
Bagaimana akan kujawab di hadapan Allah kelak andai ditanya? Adakah itu sumbanganku kepada manusia selama hidup di muka bumi?
Kalau aku tidak ingin kau memandang perempuan lain, aku dululah yang perlu menundukkan pandanganku. Aku harus memperbaiki dan menghias peribadiku karena itulah yang dituntut oleh Allah.
Kalau aku ingin lelaki yang baik menjadi suamiku, aku juga perlu menjadi perempuan yang baik. Bukankah Allah telah menjanjikan perempuan yang baik itu untuk lelaki yang baik?
Tidak kunafikan sebagai remaja, aku memiliki perasaan untuk menyayangi dan disayangi. Namun setiap kali perasaan itu datang, setiap kali itulah aku mengingatkan diriku bahwa aku perlu menjaga perasaan itu karena ia semata-mata untukmu.
Allah telah memuliakan seorang lelaki yang bakal menjadi suamiku untuk menerima hati dan perasaanku yang suci. Bukan hati yang menjadi labuhan lelaki lain. Engkau berhak mendapat kasih yang tulen.
Diriku yang memang lemah ini telah diuji oleh Allah saat seorang lelaki ingin berkenalan denganku. Aku dengan tegas menolak, berbagai macam dalil aku kemukakan, tetapi dia tetap tidak berputus asa.
Aku merasa seolah-olah kehidupanku yang tenang ini telah dirampas dariku. Aku bertanya-tanya adakah aku berada di tebing kebinasaan? Aku beristigfar memohon ampunan-Nya. Aku juga berdoa agar Pemilik Segala Rasa Cinta melindungi diriku dari kejahatan.
Kehadirannya membuatku banyak memikirkan tentang dirimu. Kau kurasakan seolah-olah wujud bersamaku.
Di mana saja aku berada, akal sadarku membuat perhitungan denganmu. Aku tahu lelaki yang menggodaku itu bukan dirimu. Malah aku yakin pada gerak hatiku yang mengatakan lelaki itu bukan teman hidupku kelak.
Aku bukanlah seorang gadis yang cerewet dalam memilih pasangan hidup. Siapalah diriku untuk memilih permata sedangkan aku hanyalah sebutir pasir yang wujud di mana-mana.
Tetapi aku juga punya keinginan seperti wanita yang lain, dilamar lelaki yang bakal memimpinku ke arah tujuan yang satu.
Tidak perlu kau memiliki wajah setampan Nabi Yusuf Alaihisalam, juga harta seluas perbendaharaan Nabi Sulaiman Alaihisalam, atau kekuasaan seluas kerajaan Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wassalam, yang mampu mendebarkan hati jutaan gadis untuk membuat aku terpikat.
Andainya kaulah jodohku yang tertulis di Lauh Mahfuz, Allah pasti akan menanamkan rasa kasih dalam hatiku juga hatimu. Itu janji Allah.
Akan tetapi, selagi kita tidak diikat dengan ikatan yang sah, selagi itu jangan dibazirkan perasaan itu karena kita masih tidak mempunyai hak untuk membuat begitu.
Juga jangan melampaui batas yang telah Allah tetapkan. Aku takut perbuatan-perbuatan seperti itu akan memberi kesan yang tidak baik dalam kehidupan kita kelak.
Permintaanku tidak banyak. Cukuplah engkau menyerahkan seluruh dirimu pada mencari redha Illahi.
Aku akan merasa amat bernilai andai dapat menjadi tiang penyangga ataupun sandaran perjuanganmu.
Bahkan aku amat bersyukur pada Illahi kiranya akulah yang ditakdirkan meniup semangat juangmu, mengulurkan tanganku untukmu berpaut sewaktu rebah atau tersungkur di medan yang dijanjikan Allah dengan kemenangan atau syahid itu.
Akan kukeringkan darah dari lukamu dengan tanganku sendiri. Itu impianku. Aku pasti berendam airmata darah, andainya engkau menyerahkan seluruh cintamu kepadaku.
Cukuplah kau mencintai Allah dengan sepenuh hatimu karena dengan mencintai Allah, kau akan mencintaiku karena-Nya. Cinta itu lebih abadi daripada cinta biasa. Moga cinta itu juga yang akan mempertemukan kita kembali di syurga.
Seorang gadis yang membiarkan dirinya dikerumuni, didekati, diakrabi oleh lelaki yang bukan muhrimnya, cukuplah dengan itu hilang harga dirinya di hadapan Allah. Di hadapan Allah. Di hadapan Allah.
Yang dicari walau bukan putera raja, biarlah putera Agama.
Yang diimpi, biarlah tak punya rupa, asal sedap dipandang mata.
Yang dinilai, bukan sempurna sifat jasmani, asalkan sihat rohani dan hati.
Yang diharap, bukan jihad pada semangat, asal perjuangannya ada matlamat.
Yang datang, tak perlu rijal yang gemilang, kerana diri ini serikandi dengan silam yang kelam.
Yang dinanti, bukan lamaran dengan permata, cukuplah akad dan janji setia.
Dan yg akan terjadi, andai tak sama dgn kehendak hati, insyaAllah ku redha ketetapan Illahi..
Wahai wanita, ku ingatkan diriku dan dirimu, peliharalah diri dan jagalah kesucian.. semoga redha Allah akan sentiasa mengiringi dan memberkati perjalanan hidup ini.
AKU CINTA KAMU
Aku mencintaimu bukan karena apa yang ada padamu
Aku mencintaimu karena hatiku yang memilihmu
Aku mencintaimu karena kau layak menerima cintaku
Bersamamu, kuyakin cintaku kan menjadi cinta yang dewasa
Aku mencintaimu dengan cinta yang terus bertambah dari waktu ke waktu
Hari ini aku mencintaimu lebih dari hari kemarin
Dan kurang dari esok
Aku mencintaimu dengan cinta yang terus bertambah dari waktu ke waktu
Hari ini aku mencintaimu lebih dari hari kemarin
Dan kurang dari esok
Aku mencintaimu untuk mewujudkan kebahagiaan dalam hatimu
Namun, jika ada seseorang yang sanggup mencintaimu lebih dari cintaku padamu, akan kurelakan kau untuknya
Tapi jika cintanya tak lebih dari cintaku padamu, jangan harap dia bisa mendekatimu
Apapun kan kulakukan untuk kebahagiaanmu
Kerna kebahagiaanmu adalah kesempurnaan cintaku
Tak kan ada yang lebih membahagiakanmu selain cinta yang tulus
Dan itu kan kau dapatkan dari cintaku.
Tapi jika cintanya tak lebih dari cintaku padamu, jangan harap dia bisa mendekatimu
Apapun kan kulakukan untuk kebahagiaanmu
Kerna kebahagiaanmu adalah kesempurnaan cintaku
Tak kan ada yang lebih membahagiakanmu selain cinta yang tulus
Dan itu kan kau dapatkan dari cintaku.
Langgan:
Catatan (Atom)











